Tempat Berbelanja Oleh-oleh Khas Karesidenan Madiun ( Ngawi - Ponorogo - Pacitan - Madiun - Magetan)
Showing posts with label kabupaten ponorogo. Show all posts
Showing posts with label kabupaten ponorogo. Show all posts

Saturday, July 16, 2011

Air Terjun Sunggah


Terletak di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponoroho terdapat satu lagi obyek wisata alam yang kami yakin belum dikenal banyak orang. Air Terjun Sunggah, ya itulah namanya.

Jarak tempuh yang hanya sekitar 10 menit dari pusat Kota Ponorogo tidak membuat lokasi wisata ini tersentuh oleh kerusakan. Suasana desa yang masih asri sangat terasa di sini. Bagi anda yang jenuh dengan hiruk pikuk kesibukan kota ada baiknya mencoba mengunjungi tempat ini.

Oleh warga sekitar, air terjun ini sering digunakan sebagai tanda datangnya musim kemarau. Entah mengapa, pada musim kemarau suara jatuhnya air terdengar sampai jauh. Wah, seru bukan ?

Friday, July 15, 2011

Obyek Wisata Alam Kabupaten Ponorogo

Ada berapa obyek wisata di Ponorogo yang anda tahu selama ini ? Dua ? Tiga ? Atau berapa ? Ya, tidak jadi soal anda tahu banyak atau sedikit, yang penting kita tahu. Karena dari tahu, maka diharapkan kebanggan akan timbul yang nantinya akan menumbuhkan rasa cinta. Kebanggaan dan kecintaan terhadap lokasi wisata tentu selain terucap juga diwujudkan dengan perbuatan. Dan perbuatan termudah (ini menurut saya lo) yang bisa kita lakukan adalah dengan berkunjung ke lokasi wisata tersebut. Sepertinya mudah berbicara soal kunjung berkunjung di lokasi wisata, apalagi lokasi wisata tersebut ada di daerah kita. Namun kenyataannya tidaklah demikian, banyak diantara kita yang lebih memilih daerah wisata lain. Mengapa demikian ? Pastilah ada alasan tersendiri, selain sedang banyak uang (hehehe...) dan gengsi (ini pasti) ada juga kepuasan yang didapat dari tempat wisata yang dikunjunginya tersebut. Nah, ini yang penting. Kepuasan.

Pernahkah anda pergi untuk pertama kalinya ke suatu lokasi wisata dan anda kecewa setelah pulang dari tempat tersebut ? Baguslah kalau tidak pernah. Kalau begitu kita bahas buat mereka yang pernah saja ya (yang tidak pernah boleh ngopi dulu, hehehe).

Internet pada saat ini merupakan alat komunikasi tercepat di seluruh dunia, sehingga banyak hal yang bisa kita peroleh dari internet, salah satunya adalah informasi mengenai suatu lokasi wisata, saat ini kita ambil contoh lokasi wisata di kabupaten Ponorogo. Seperti kami yang sebelum menulis ini juga mencari informasi di internet juga dihadapkan pada masalah yang sama, yaitu banyaknya daftar lokasi wisata namun sedikit ulasannya. Benar sekali, Ponorogo (di luar dugaan saya) ternyata mempunyai begitu banyak lokasi wisata selain Ngebel, Air terjun plethuk dan Wisata Budaya Reyognya yang telah mendunia. Kami sengaja menggunakan wikipedia sebagai tempat kami mencari informasi, bukannya apa-apa, karena di wiki (baca : wikipedia) mempunyai pranala luar yang lebih banyak. Selain itu pihak pemerintah kabupaten Ponorogo sendiri websitenya sedang dalam perbaikan dan seingat kami informasi yang ada juga sangat terbatas.

Berikut daftar lokasi wisata Alam di Kabupaten Ponorogo yang berhasil kami peroleh :

  1. Telaga Ngebel
  2. Taman Wisata Ngembag
  3. Mata Air Terjun Sari
  4. Sumber Air Panas
  5. Sumber Air Asam
  6. Air Terjun Pletuk
  7. Gunung Bayang Kaki
  8. Air Terjun Klenteng
  9. Air Terjun Kokok
  10. Air Terjun Grojogan Coban
  11. Goa Ngor
  12. Mata Air Mbeji
  13. Sendang Bulus
  14. Goa Pertapan
  15. Gunung Loreng
  16. Gunung Pringgitan
  17. Taman Sooko Sewu
  18. Hutan Wisata Kucur
  19. Goa Lowo
  20. Air Terjun Widodaren

Dari sekian banyak lokasi wisata alam tersebut, hanya beberapa saja yang ada ulasannya. Malahan kalau kami perhatikan yang aktif mengulasnya adalah orang per seorangan melalui website atau blog seperti ini, bukan lembaga/instansi Pemerintah Daerah yang membidangi hal ini (sepertinya orang di Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo kalau liburan pada ke luar Kota. Hehehe...)
Apa tidak sayang ? Membiarkan begitu banyak lokasi wisata tersebut tidak terurus ?

Setahu kami kecintaan masyarakat terhadap daerahnya itu lebih nyata (dalam perbuatan) dari pada
pemerintahan daerah tersebut. Kita masih ingat ketika ramai masalah Kalim kepemilikan Reog ? Siapa yang pertama kali menunjukkan sikap perlawanan ? Tentu saja masyarakat. Pihak pemerintah yang secara fungsi mengambil sikap secara politik pun ternyata terkesan lamban, lha repotnya penyakit ini menular ke pemerintah daerah (sepertinya).

Dari segi ekonomi, perkembangan lokasi wisata alam sebenarnya membawa dampak positif. Akan muncul pelaku-pelaku ekonomi di sini, dari yang paling kecil sampai besar (istilahnya orang awam ya begini saja lah...) dan tentu saja ini menguntungkan banyak pihak. Diantarnya (lebih tepatnya) yang pertama kali adalah pemerintah daerah. Kalau tidak percaya tanya saja... hehehhee..

Untuk mewujudkan ini tentu diperlukan modal/biaya yang tidak kecil. Selain fasilitas lokasi wisata harus diperbaiki juga publikasi dan promosi itu penting. Ini harus berjalan briringan, karena untuk apa failitas bagus tapi tidak dikenal masyarakat ?! Atau kebanyakam promosi namun failitasnya tidak memadai ?!
Dalam hal seperti ini tentu pemerintah daerah sudah tahu langkah-langkah strategis yang harus ditempuh, yaitu : serahkan pada ahlinya bos... kalau tidak mumpuni jangan sekali-kali mencoba, bisa runyam semuanya. Maksudnya adalah (ini jika) dinas/instansi terkait tidak mampu dalam menjalankan pembiayaan dan promosi maka lebih baik mencari investor, kalau soal bagi hasil dan tetek bengeknya pasti mereka lebih tahu. Kalau ini dijalani sesuai dengan prosedur dan standart yang seharusnya, kami jamin pariwisata alam di kabupaten Ponorogo akan lebih baik dari yang searang ini.

Tuesday, July 5, 2011

Cerita Reyog

Tuisan ini saya ambil dari Wikipedia, walaupun saya yakin sudah banyak orang yang mengetahui hal ini namun tidak ada salahnya jika saya angkat kembali tema ini. Paling tidak ini merupakan bentuk bangga dan cinta kita terhadap budaya bangsa ini.
Baiklah, langsung saja :
Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.

Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya. Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.

Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya.

Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

Kebanggaan terhadap Seni Reog Ponorogo rasa-rasanya tidak cukup dengan ditanamkan dalam hati dan diwujudkan dengan sikap bangga. Namun kebanggaan itu sampai pada kita lebih memilih budaya, tata cara dan adat istiadat kita ketimbang budaya dari luar yang semakin hari semakin menggerus kecintaan dan kebanggaan kita atas budaya bangsa ini.
Saya yakin, bicara reog bukan bicara Ponorogo saja karena Reog yang asalnya memang dari Ponorogo sudah menjadi budaya Bangsa. Sehingga banyak sisi nasionalisme yang disentuh ketika kita bicara soal budaya reog.

Friday, June 25, 2010

Dijambret, Mengejar, Terjatuh

PONOROGO - Kambuh lagi. Banyaknya aparat kepolisian yang berpatroli jelang Pilkada Ponorogo tak membuat nyali penjahat jalanan menciut. Buktinya, saat siang bolong kemarin (24/6) dua penjambret beraksi di tengah kota. Tepatnya, di Jalan Juanda, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo Kota. ''Padahal saat itu jalan sedang ramai,'' kata Misratin, korban penjambretan itu, kemarin.

Dia mengungkapkan, siang itu sekitar pukul 11.00 dia dan kakaknya Suprihatin sedang melaju dari arah Siman ke kota. Suprihatin yang memegang kendali motor dan Misratin dibonceng bersama anaknya Wahyu. Tepat di sekitar kejaksaan, datang pengendara motor berboncengan merapat ke kendaraan mereka.

Tiba-tiba, pengendara yang mengenakan helm tertutup itu menarik dompet yang dipegang Suprihatin. Sempat terjadi aksi tarik-menarik dalam perjalanan itu. Namun, lantaran Suprihatin sambil memegang stir motor akhirnya melepaskan dompetnya. ''Yang menarik itu yang di belakang, jadi lebih kuat,'' kata Misratin.

Begitu berhasil membawa dompet, pelaku langsung tancap gas dan berbelok ke arah terminal lama. Suprihatin sempat mengejarnya. Namun nahas, saat di Jalan Senduro dan berbelok korban terjatuh sendiri yang berkaibat luka serius di bagian muka dan tangan. Hingga kemarin siang, korban menjalani perawatan intensif di RSUD dr Harjono. ''Karena terlalu kencang jadi tidak bisa mengendalikan motor saat berbelok dan jatuh,'' ungkap warga Tambakbayan itu.

Aksi penjambretan itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Suhono. Dikatakan, pihaknya telah menerima laporan itu dan kini sedang memburu pelaku. Suhono menyatakan pelaku menggunakan sepeda motor vario warna merah hitam. Pelaku diduga masih remaja. ''Ciri-ciri korban sudah ada karena ada saksi yang melihatnya. Sementara kami butuh waktu untuk menyelidiki dan memburunya,'' pungkas Suhono.

Thursday, June 17, 2010

Kaos Ponorogo


CODE PRODUCT WAEPO 001


CODE PRODUCT WAEPO 002


CODE PRODUCT WAEPO 003


Spesifikasi:
  • Bahan Cotton Combed 20s
  • Jahit Rantai
  • Sablon Rubber, SW
  • Siza M-4XL (tergantung stock)
  • User Male, Female

Friday, May 21, 2010

Kecamatan Kabupaten Ponorogo

• Babadan
• Badegan
• Balong
• Bungkal
• Jambon
• Jenangan
• Jetis
• Kauman
• Mlarak
• Ngebel
• Ngrayun
• Ponorogo
• Pudak
• Pulung
• Sambit
• Sampung
• Sawoo
• Siman
• Slahung
• Sooko
• Sukorejo

Lambang Kabupaten Ponorogo



Lambang daerah Kabupaten Ponorogo terdiri atas sebelas bagian
1. Bintang bersudut lima lambang Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Sinar Cahaya
3. Gapuro Bentar / candi Bentar
4. Penampang frontal reyog dengan lima jalur diatas empat trap
5. Gunung terdiri dari dua puncak
6. Gelombang samudra lepas
7. Pita dan garis cakrawala
8. Padi berbiji tujuh belas dan kapas berbuah delapan di alam terbuka
9. Tulisan Ponorogo
10. Bentuk perisai / tameng
11. Warna lukisan
MAKNA LAMBANG DAERAH
1. Bintang emas bersudut lima melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang
mengandung maksud, bahwa rakyat dan masyarakat Ponorogo sejak dulu kala merupakan suatu kelompok masyarakat yang berkeyakinan kuat akan ber Tuhan dan bersendikan religius, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan bermaksud pula sumber sila-sila yang menjadi falsafah Negara RI serta sebagai sendi pengayoman, ekonomi, politik, seni dan budaya.
2. Sinar cayaha
Melambangkan nur/cahaya kebenaran Tuhan Yang Maha Esa yang melimpah dan memancar, memberi petunjuk kearah langkah perjuangan pemerintah daerah Ponorogo, menuju kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat yang berpancasila serta bertaqwa (sepi ing pamrih rame ing gawe)
3. Gapuro Bentar / candi Bentar
Melambangkan kejayaan Pemerintah Ponorogo dibawah pimpinan Batoro Kathong yang berhasil mencetak masyarakat yang bermental tinggi, jujur, rela berkorban dan sederhana (Co-bloko), pemerintah yang unik histories penuh dengan pahlawan pembela yang kuat.
4. Penampang Reyog dengan lima jalur di atas empat trap
Melambangkan kesenian asli dan sejarah besar reyog yang ditimbulkan oleh kerajaan – kerajaan lama Ponorogo (KLONO SEWANDONO) yang mengandung kepahlawan (heroik). Dengan kesenian khas reyog, Ponorogo menjadi daerah dikenal antara lain oleh turis seluruh pelosok penjuru tanah air. Jalur lima dan trap empat, mengesankan angka 45 dari tahun 1945 yang bersejarah, yakni tahun kejayaan dan lahirnya proklamasi Kemerdekaan RI
5. Gunung terdiri dari dua puncak
Bahwa daerah Ponorogo terletak diantara dua gunung yang besar, ialah gunung Lawu dan gunung Wilis, yang kedua-dua nya mempunyai hubungan histories yang erat dan pekat dengan sejarah terjadinya kota Ponorogo beserta kebudayaanya.
6. Berlambang samudra lepas
Melambangkan pada pemerintahan yang sedang berlangsung sepanjang masa, ibarat di hempas sepanjang jaman sebagai air bah nan tak kunjung surut (habis-habisnya) mengarungi samudra kehidupan untuk umat manusia dan yang terbentang luas dihadapan pemerintah yang mengemban amanat rakyat untuk menuju kebahagiaan hidup dibawah ridho maupun pertolongan Tuhan Yang Maha Esa
7. Pita dan garis cakrawala
Merupakan simbol daripada tugas yang harus diselesaikan, harus tak terputus yakni semua tanggungjawab harus diselesaikan dan disempurnakan dengan sebaik-baiknya menuju kearah cita-cita masyarakat adil, makmur materiil dan spiritual di ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.
8. Padi berbiji 17 dan kapas berbuah 8 di alam terbuka
a. Angka tujuh belas dan angka delapan mengesankan hari, tanggal dan bulan -
bersejarah dan keramat, yakni proklamasi 17 Agustus (hari Proklamasi Negara kita).
b. Melambangkan kemakmuran, kesuburan alam dan kejayaan yang terdapat dalam
hasil bumi daerah Kabupaten Ponorogo yang juga sebagai sumber kehidupan rakyat dan Pemerintah Daerah yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa
9. Tulisan Ponorogo
Adalah nama daerah yang memiliki lambang tersebut, yang berarti : PONO : adalah melihat, ROGO : sariro (badan). Adapun arti seluruhnya berarti mawas diri dan berbuat karena benar serta suci tanpa meninggalkan dan selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Sejarah Kabupaten Ponorogo

A. BERDASARKAN LEGENDA
  1. Di dalam buku Babad Ponorogo yang ditulis oleh Poerwowidjojo diceritakan bahwa asal-usul nama Ponorogo. Bermula dari kesepakatan dan musyawarah antara Raden Katong. Kyai Mirah. Dan Joyodipo pada hari jum’at sat bulan purnama. Bertempat di tanah lapang dekat gumuk ( wilayah Katongan sekarang ). Di dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa kota yang akan didirikan nanti dinamakan “ Pramana raga “ akhirnya lama kelamaan menjadi Ponorogo.
  2. Dari cerita rakyat yang masih hidup di kalangan masyarakat terutama dikalangan generasi tua. Ada yang mengatakan bahwa nama Ponorogo kemungkinan berasal dari kata Pono : Wasis, pinter, mumpuni, mengerti benar, Raga : Jasmani badan sekujur. Akhirnya menjadi Ponorogo.

B. TINJAUAN ETIMOLOGI
Mengacu dari sumber-sumber certa diatas. Jika ditinjau secara etimologi akan kita dapatkan beberapa kemungkinan sebagai berikut :
  1. Prama Raga
  2. Sebutan Pramana Raga terdiri dari dua kata :
    Pramana : Daya kekuatan, rasa hidup, permono, wadi
    Raga : Badan, Jasmani
    Dari penjabaran tersebut dapat ditafsirkan bahwa dibalik badan wadak manusia itu tersimpan suatu rahasia hidup ( Wadi ) berupa olah batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, alumawah, shuflah, muthmainah
  3. Ngepenakake raga menjadi Panaraga
  4. Manusia yang memiliki kemampuan olah batin yang mantap dan mapan akan dapat menempatkan diri dimana pun dan kapan pun berada.
    Akhirnya apapun tafsirannya tentang Ponorogo dalam wujud seperti yang kita lihat sekarang ini adalah tetap Ponorogo sebagai kota REOG yang menjadi kebanggan masyarakat Ponorogo

Sekilas Tentang Kabupaten Ponorogo

Kabupaten Ponorogo adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun di utara, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek di timur, Kabupaten Pacitan di barat daya, serta Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di barat. Ponorogo memiliki luas wilayah 1.371,78 km².

Kabupaten Ponorogo, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Ponorogo. Kabupaten Ponorogo terdiri atas 21 kecamatan, yang dibagi lagi atas 305 desa dan kelurahan.

Transportasi
Ibukota kabupaten Ponorogo terletak 27 km sebelah selatan Kota Madiun, dan berada di jalur Madiun-Pacitan. Alat tranportasi umum yang sekarang banyak digunakan adalah kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Ada sebagian kecil menggunakan sepeda angin ( sepeda onthel ). Dahulu ada jalur kereta api Madiun-Ponorogo-Slahung tetapi sudah tidak berfungsi sejak tahun 1988. Masih ada kereta yang ditarik kuda (dokar) yang digunakan sebagai alat transportasi utama. Dokar ini biasa digunakan di daerah pinggiran, terutama untuk mengangkut pedagang yang hendak menuju pasar-pasar tradisional. Selain itu ada juga dokar yang khusus difungsikan sebagai kereta wisata, yang biasa digunakan untuk mengelilingi kota Ponorogo. Dari sebelah barat Kabupaten Ponorogo berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri ( Jawa Tengah ) untuk menuju Kabupaten Ponorogo bisa menggunakan alat transportasi bus, sepada roda dua maupun empat. Jika dari kecamatan Badegan bisa juga menggunkan angkodes ( angkutan pedesaan ) yang merupakan salah satu transportasi umum yang ada di Kabupaten Ponorogo.

Pendidikan
Ponorogo juga terdapat pondok pesantren modern Gontor, yakni salah satu institusi pendidikan Islam terkemuka di Indonesia. Beberapa alumni Gontor menjadi tokoh nasional, diantaranya Nurcholis Madjid,Hasyim Muzadi dan Hidayat Nurwahid. Dan juga terdapat Pondok Modern lainya yang santrinya berdatangan dari berbagai pelosok Indonesia seperti Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, Arrisalah dan Al-Mawadah. Selain pondok juga ada Universitas Muhammadiyah, STAIN, INSURI, ISID (Institut Studi Islam Darussalam), AKPER PEMKAB Ponorogo. Yang merupakan salah satu tempat pendidikan yang bisa di tempuh di Kabupaten Ponorogo.

Pertanian
Padi, Ubi kayu, Jagung, Kacang kedelai, Kacang tanah dan Tebu. Kabupaten Ponorogo merupakan kota yang letaknya strategis. Kota yang berada di dataran rendah dan sebagian dataran tinggi. Sehingga cocok tanam yang bisa dilakukan seperti diatas.

Thursday, May 20, 2010

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes