Showing posts with label eks karesidenan madiun. Show all posts
Showing posts with label eks karesidenan madiun. Show all posts
Thursday, June 23, 2011
Tuesday, June 14, 2011
WIROTAMAN Store Magetan
Telah dibuka untuk cabang Magetan dengan nama toko WIROTAMAN Store #AE Magetan Alamat :
Jl. Teratai No. 224, Desa Klagen, Kec. Barat, Kabupaten Magetan 63395.
Tlp. 085790533533
Jl. Teratai No. 224, Desa Klagen, Kec. Barat, Kabupaten Magetan 63395.
Tlp. 085790533533
Monday, July 12, 2010
MMC VISIPRO MURAH
Apakah MMC anda sering error?
Gampang ! Kami jual MMC VISIPRO, dijamin harga bersaing. Bandingkan saja dengan harga di tempat lain MMC 1 GB kami jual hanyaseharga Rp.45.000,- dan yang 2 GB hanya seharga Rp.55.000,-
Kami juga melayani service berbagai macam Hand Phone dengan jaminan garansi. Atau anda tertarik untuk mendirikan counter HP namun bingung untuk memulainya, mengingat betapa pesatnya persaingan counter HP saat ini. Serahklan pada kami!
Gampang ! Kami jual MMC VISIPRO, dijamin harga bersaing. Bandingkan saja dengan harga di tempat lain MMC 1 GB kami jual hanyaseharga Rp.45.000,- dan yang 2 GB hanya seharga Rp.55.000,-
Kami juga melayani service berbagai macam Hand Phone dengan jaminan garansi. Atau anda tertarik untuk mendirikan counter HP namun bingung untuk memulainya, mengingat betapa pesatnya persaingan counter HP saat ini. Serahklan pada kami!
Sunday, June 27, 2010
Di Facebook itu...
Anda "PUNYA FACEBOOK?"(baca punya Account di facebook).
Ya! Tentu saja, saat ini siapa sih pengguna internet yang belum mampunyai account di facebook? (tapi ada juga kok yang tidak memilikinya). Kebanyakan dari pengguna internet saat ini saudah mempunyai account di situs jejaring sosial, facebook ini. Sampai saat ini sudah ada begitu banyak situs jejaring sosial, dulu pernah ada yang namanya Friendster, walapun tidak seperti facebook yang mempunyai begitu banyak aplikasi, pada masa kejayaannya friendster juga menjadi situs jejaring sosial yang luar biasa rameai penggunanya. Hal yang membedakanmengapa situs jjejaring sosial facebook ini begitu cepat sekali berkembang dan penggunanya dari berbagai kalangan, dari berbagai umur. Mulai mereka yang masih sekolah sampai mereka yang menganggur (pengangguran)mempunyai acount di facebook, dari rakyat jelata sampai pejabat tinggi juga tidak ketinggalan mempunyai account di facebook.
"Mengapa facebook begitu menghebohkan?"
Ada begitu banyaknya fitur di jejaring sosial ini jika mau benar-benar dimanfaatnkan maka akan sangat berguna, tergantung dari pemanfaatannya. Tentu kita masih ingat beberapa saat yang lalu terjadi tindak kejahatan berupa penculikan dan prostitusi akibat "berfacebook". Dan inilah salah satu yang menyebabkan facebook semakin dikenal, karena penasaran adalah salah satu karaktristik masyarakat kita yang berakhir pada keinginan untuk mencobanya.
Perlu diingat kembali bahwa baik buruknya suatu alat tergantung pada pemakainya. Bukankah kita tahu bahwa pena itu digunakan untuk menulis, tetapi apa tidak mungkin jika pena tersebut kita gunakan untuk membunuh
Silakan memilih...
Ya! Tentu saja, saat ini siapa sih pengguna internet yang belum mampunyai account di facebook? (tapi ada juga kok yang tidak memilikinya). Kebanyakan dari pengguna internet saat ini saudah mempunyai account di situs jejaring sosial, facebook ini. Sampai saat ini sudah ada begitu banyak situs jejaring sosial, dulu pernah ada yang namanya Friendster, walapun tidak seperti facebook yang mempunyai begitu banyak aplikasi, pada masa kejayaannya friendster juga menjadi situs jejaring sosial yang luar biasa rameai penggunanya. Hal yang membedakanmengapa situs jjejaring sosial facebook ini begitu cepat sekali berkembang dan penggunanya dari berbagai kalangan, dari berbagai umur. Mulai mereka yang masih sekolah sampai mereka yang menganggur (pengangguran)mempunyai acount di facebook, dari rakyat jelata sampai pejabat tinggi juga tidak ketinggalan mempunyai account di facebook.
"Mengapa facebook begitu menghebohkan?"
- Ada begitu banyak Aplikasi yang bisa digunakan pengguna.
- Mudahnya menambahkan teman (tanpa harus mengetahui email mereka).
- Lebih mudah dalam pemakaian.
- dll (menurut anda sendiri)
Ada begitu banyaknya fitur di jejaring sosial ini jika mau benar-benar dimanfaatnkan maka akan sangat berguna, tergantung dari pemanfaatannya. Tentu kita masih ingat beberapa saat yang lalu terjadi tindak kejahatan berupa penculikan dan prostitusi akibat "berfacebook". Dan inilah salah satu yang menyebabkan facebook semakin dikenal, karena penasaran adalah salah satu karaktristik masyarakat kita yang berakhir pada keinginan untuk mencobanya.
Perlu diingat kembali bahwa baik buruknya suatu alat tergantung pada pemakainya. Bukankah kita tahu bahwa pena itu digunakan untuk menulis, tetapi apa tidak mungkin jika pena tersebut kita gunakan untuk membunuh
Silakan memilih...
Friday, June 25, 2010
Minta Ring Road Tetap Diperhatikan
MADIUN - Kalangan legislatif meminta pemkot tidak melupakan atau tetap memperhatikan kondisi rusaknya jalur ring road barat. Ini, seiring gencarnya langkah perbaikan ruas jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) beberapa hari terakhir. Kabarnya, pemkot mengucurkan anggaran yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. ''Ring road memang menunggu dana dari pusat. Tapi, kami minta harus diperhatikan dan tetap diperbaiki,'' kata Robby Rochmana, ketua Komisi III DPRD Kota Madiun, kemarin (23/6).
Robby menambahkan, pemkot saat ini mulai sibuk siap-siap sebagai tuan rumah MTQ 2011. Sehingga, mengharuskan melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan. Tapi, DPU juga diminta fokus menjelang perbaikan ring road barat. Sehingga, perencanaannya lebih baik. ''Kami pikir, konstruksinya nanti akan berubah semua. Baik dari sisi elevasi dan lainnya. Perencanaan harus bagus, jangan sampai seperti sebelumnya yang kurang tepat,'' papar politisi Partai Demokrat ini.
Terpisah, Kepala DPU Trubus Reksodirjo tak membantah jika yang menjadi prioritas saat ini adalah ruas jalan selain ring road. Ini, katanya, disebabkan kondisi jalan dinilai sudah tidak layak dan dibutuhkan pemeliharaan rutin. Rata-rata, ruas jalan itu diperbaiki lima tahun lalu. ''Kami juga tetap memprioritaskan ring road barat. Tapi, sementara ini kami alokasikan anggaran untuk perbaikan ruas jalan yang lain,'' papar Trubus.
Seperti, Jalan Pahlawan dan seputaran Alun-Alun Kota Madiun. Pemkot, lanjut Trubus, juga melakukan perbaikan di ruas jalan di kelurahan-kelurahan menindaklanjuti usulan warga. ''Cukup banyak aspirasi khususnya untuk perbaikan jalan kolektor, kami memperbaiki secara bertahap,'' jelasnya.
Untuk perbaikan, lanjut Trubus, total anggaran yang dikucurkan Pemkot Madiun sebesar Rp 8 miliar. Sumber pendanaan berasal dari DAK dan APBD Kota Madiun. Soal perbaikan jalur ring road barat, saat ini sudah ada lampu hijau dari pusat.
- sumber : radar madiun
Robby menambahkan, pemkot saat ini mulai sibuk siap-siap sebagai tuan rumah MTQ 2011. Sehingga, mengharuskan melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan. Tapi, DPU juga diminta fokus menjelang perbaikan ring road barat. Sehingga, perencanaannya lebih baik. ''Kami pikir, konstruksinya nanti akan berubah semua. Baik dari sisi elevasi dan lainnya. Perencanaan harus bagus, jangan sampai seperti sebelumnya yang kurang tepat,'' papar politisi Partai Demokrat ini.
Terpisah, Kepala DPU Trubus Reksodirjo tak membantah jika yang menjadi prioritas saat ini adalah ruas jalan selain ring road. Ini, katanya, disebabkan kondisi jalan dinilai sudah tidak layak dan dibutuhkan pemeliharaan rutin. Rata-rata, ruas jalan itu diperbaiki lima tahun lalu. ''Kami juga tetap memprioritaskan ring road barat. Tapi, sementara ini kami alokasikan anggaran untuk perbaikan ruas jalan yang lain,'' papar Trubus.
Seperti, Jalan Pahlawan dan seputaran Alun-Alun Kota Madiun. Pemkot, lanjut Trubus, juga melakukan perbaikan di ruas jalan di kelurahan-kelurahan menindaklanjuti usulan warga. ''Cukup banyak aspirasi khususnya untuk perbaikan jalan kolektor, kami memperbaiki secara bertahap,'' jelasnya.
Untuk perbaikan, lanjut Trubus, total anggaran yang dikucurkan Pemkot Madiun sebesar Rp 8 miliar. Sumber pendanaan berasal dari DAK dan APBD Kota Madiun. Soal perbaikan jalur ring road barat, saat ini sudah ada lampu hijau dari pusat.
- sumber : radar madiun
MADIUN - Aksi pencurian kembali terjadi di sekolah. Kemarin (24/6), lima unit komputer di salah satu ruang multimedia SMP Negeri 1 Mejayan, Kabupaten Madiun amblas disikat maling. Kerugian material atas peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 20 juta. Diduga, pelakunya lebih dari satu dan caranya masuk melalui jendela yang dicongkel.
Raibnya komputer itu kali pertama diketahui Harminto, salah seorang penjaga sekolah. Sekitar pukul 04.30 WIB, usai menghidupkan pompa air toilet di depan ruang multimedia, Harminto heran dengan apa yang dilihat. ''Setelah itu (menyalakan pompa air) saya ngecek-ngecek ruangan. Dan, pintu sudah ruang komputer sudah terbuka,'' katanya, kemarin.
Melihat itu, Harminto pun berjalan mendekat. Lalu, diketahui sejumlah komputer di dalam ruangan itu sudah tidak ada. Tidak berselang lama, dia menyampaikan kejadian tersebut kepada kepala sekolah melalui telepon. Kemudian, laporan itu diteruskan ke polisi.
Beberapa saat kemudian, polisi dari Polsek Mejayan dan Polres Madiun mendatangi lokasi. Upaya identifikasi pun dilakukan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), disinyalir pelaku masuk melalui jendela. Itu, setelah berusaha menembus melalui pintu tengah yang dilapisi jeruji besi dan terkunci.
Pihak sekolah sengaja memasang pintu dobel. Tujuannya, sebagai antisipasi pencurian. ''Upaya pengamanan sudah kami lakukan. Tapi, ya masih kebobolan,'' ungkap Doli Sapardi, Kepala SMPN 1 Mejayan.
Peristiwa pencurian komputer di sekolah sudah dua kali terjadi sebulan ini. Rabu (16/6) lalu, SMA Negeri 1 Saradan mengalami kejadian serupa. Sebanyak sembilan unit komputer raib digondol kawanan maling.
Kapolres Madiun AKBP Umar Effendi dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto menduga, motif yang dijalankan pelaku mirip. Yakni, sama-sama merusak pagar untuk bisa masuk sasaran. ''Dalam dua kasus ini kami masih melakukan penyelidikan,'' kata AKP Edi Susanto, usai olah TKP.
- sumber : radar madiun
Raibnya komputer itu kali pertama diketahui Harminto, salah seorang penjaga sekolah. Sekitar pukul 04.30 WIB, usai menghidupkan pompa air toilet di depan ruang multimedia, Harminto heran dengan apa yang dilihat. ''Setelah itu (menyalakan pompa air) saya ngecek-ngecek ruangan. Dan, pintu sudah ruang komputer sudah terbuka,'' katanya, kemarin.
Melihat itu, Harminto pun berjalan mendekat. Lalu, diketahui sejumlah komputer di dalam ruangan itu sudah tidak ada. Tidak berselang lama, dia menyampaikan kejadian tersebut kepada kepala sekolah melalui telepon. Kemudian, laporan itu diteruskan ke polisi.
Beberapa saat kemudian, polisi dari Polsek Mejayan dan Polres Madiun mendatangi lokasi. Upaya identifikasi pun dilakukan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), disinyalir pelaku masuk melalui jendela. Itu, setelah berusaha menembus melalui pintu tengah yang dilapisi jeruji besi dan terkunci.
Pihak sekolah sengaja memasang pintu dobel. Tujuannya, sebagai antisipasi pencurian. ''Upaya pengamanan sudah kami lakukan. Tapi, ya masih kebobolan,'' ungkap Doli Sapardi, Kepala SMPN 1 Mejayan.
Peristiwa pencurian komputer di sekolah sudah dua kali terjadi sebulan ini. Rabu (16/6) lalu, SMA Negeri 1 Saradan mengalami kejadian serupa. Sebanyak sembilan unit komputer raib digondol kawanan maling.
Kapolres Madiun AKBP Umar Effendi dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto menduga, motif yang dijalankan pelaku mirip. Yakni, sama-sama merusak pagar untuk bisa masuk sasaran. ''Dalam dua kasus ini kami masih melakukan penyelidikan,'' kata AKP Edi Susanto, usai olah TKP.
- sumber : radar madiun
Air 3 Rasa di Dolopo
Sumber air tiga rasa asin, manis dan bersoda di Desa Lembah Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun menjadi perbincangan hangat di wilayah ujung barat jatim. Bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tercengang dan kaget tentang temuan rasa air tersebut.
Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Madiun, Kiswanto mengatakan kandungan air 3 rasa yang ditemukan kelompok Tani Jaya Desa Lembah saat menggali sumur setelah mendapat bantuan proyek sumur P2T dari Pemkab Madiun, benar adanya.
Bahkan air dengan rasa soda itu memiliki tinggi unsur kesadahan (Unsur air seperti soda) mencapai 1408,2 miligram per liternya. Hal ini berdasarkan penelitian dari laboratorium Poltekes Surabaya Prodi Kesehatan Lingkungan di Magetan, 18 Maret 2010 dan 7 Mei 2010 lalu.
"Dibilang bersoda ya karena mengandung tingginya zat Kesadahan dalam air. Makanya orang bilang kayak air bersoda. Namun air tersebut tidak dianjurkan untuk diminum karena masih mengandung zat bakteri coliform dalam angka 2 per 100 ml air," jelas Kiswanto kepada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Raya Solo Kecamatan Jiwan, Senin (21/06/2010).
Kiswanto menambahkan air tersebut hanya cocok untuk pengairan sawah dan bukan untuk dikonsumsi meski hanya keperluan mandi. "Air itu hanya untuk pengairan sawah cocoknya. Dan tidak cocok untuk dikonsumsi ataupun mandi seperti yang terjadi sekarang ini," tambah Kiswanto.
Kiswanto menuturkan bahwa semua berita acara hasil penelitian Laboratorium
Poltekes Surabaya Prodi Kesehatan linghkungan di Magetan 18 Maret 2010 dan 7 Mei 2010 (Sebelumnya diberitakan Dinkes Pemprov Jatim) telah diberikan ke Kades Desa Lembu Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.
Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Madiun, Kiswanto mengatakan kandungan air 3 rasa yang ditemukan kelompok Tani Jaya Desa Lembah saat menggali sumur setelah mendapat bantuan proyek sumur P2T dari Pemkab Madiun, benar adanya.
Bahkan air dengan rasa soda itu memiliki tinggi unsur kesadahan (Unsur air seperti soda) mencapai 1408,2 miligram per liternya. Hal ini berdasarkan penelitian dari laboratorium Poltekes Surabaya Prodi Kesehatan Lingkungan di Magetan, 18 Maret 2010 dan 7 Mei 2010 lalu.
"Dibilang bersoda ya karena mengandung tingginya zat Kesadahan dalam air. Makanya orang bilang kayak air bersoda. Namun air tersebut tidak dianjurkan untuk diminum karena masih mengandung zat bakteri coliform dalam angka 2 per 100 ml air," jelas Kiswanto kepada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Raya Solo Kecamatan Jiwan, Senin (21/06/2010).
Kiswanto menambahkan air tersebut hanya cocok untuk pengairan sawah dan bukan untuk dikonsumsi meski hanya keperluan mandi. "Air itu hanya untuk pengairan sawah cocoknya. Dan tidak cocok untuk dikonsumsi ataupun mandi seperti yang terjadi sekarang ini," tambah Kiswanto.
Kiswanto menuturkan bahwa semua berita acara hasil penelitian Laboratorium
Poltekes Surabaya Prodi Kesehatan linghkungan di Magetan 18 Maret 2010 dan 7 Mei 2010 (Sebelumnya diberitakan Dinkes Pemprov Jatim) telah diberikan ke Kades Desa Lembu Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.
Tuesday, June 22, 2010
Lapangan Demangan Kota Madiun Akan dijadikan Hutan Kota
Madiun - Sejumlah inovasi digagas Pemerintah Kota Madiun untuk membidik penghargaan Adipura tahun 2011 mendatang. Satu diantaranya, mengubah wajah lapangan Demangan, Taman, menjadi hutan kota.
Walikota Madiun H. Bambang Irianto, SH. MM menyatakan, rencana itu secepatnya akan direalisasikan. Kami sudah merencanakan lapangan Demangan jadi hutan kota. Rencananya kami mau menanam pohon mahoni dan trembesi, hal itu dijelaskan oleh Walikota Madiun pada pelaksanaan kirab adipura 2010 di Balai Kota Madiun.
Dia menambahkan, setelah menyabet penghargaan Adipura kali keenam untuk kategori kota sedang, pemkot tetap berbenah. Bambang menyebutkan, sesuai rencana di hutan kota itu juga disediakan taman bermain dan fasilitas lain. Diakuinya, Kota Madiun membutuhkan lebih banyak hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Setiap ada lahan kosong, kami akan menghijaukannya.
Sejumlah inovasi digagas Pemerintah Kota Madiun untuk membidik penghargaan Adipura tahun 2011 mendatang. Satu diantaranya, mengubah wajah lapangan Demangan, Taman, menjadi hutan kota.
Walikota Madiun H. Bambang Irianto, SH. MM menyatakan, rencana itu secepatnya akan direalisasikan. Kami sudah merencanakan lapangan Demangan jadi hutan kota. Rencananya kami mau menanam pohon mahoni dan trembesi, hal itu dijelaskan oleh Walikota Madiun pada pelaksanaan kirab adipura 2010 di Balai Kota Madiun.
Dia menambahkan, setelah menyabet penghargaan Adipura kali keenam untuk kategori kota sedang, pemkot tetap berbenah. Bambang menyebutkan, sesuai rencana di hutan kota itu juga disediakan taman bermain dan fasilitas lain.
Diakuinya, Kota Madiun membutuhkan lebih banyak hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Setiap ada lahan kosong, kami akan menghijaukannya.Menciptakan kota Madiun hijau, merupakan prioritas utama. Saat ini sudah dimulai dengan melakukan penanaman bunga di setiap median jalan yang ada. agar warga yang masuk Kota Madiun seperti dari arah Solo dan Surabaya bisa merasakana kenyamanan akan representatifnya Kota Madiun.
Bagaimana soal ancaman banjir yang biasa terjadi di wilayah utara kota Bambang berjanji akan mengatasi masalah yang melanda Kelurahan Pilangbango, Kelun dan Rejomulyo secara bertahap. Jika anggaran dari pusat turun, tahun ini penanganan fisik mulai dilakukan. Yakni, melakukan pembenahan saluran air.
Total anggaran bantuan dari pusat yang diharapkan turun tahun ini sekitar Rp 34,6 miliar. Dari jumlah itu, Rp 9,6 miliar rencananya untuk penyediaan alat kesehatan di RSUD Kota Madiun. Dan, sisanya untuk penanganan banjir di tiga kelurahan yang di Kecamatan Kartoharjo tersebut. Sementara itu, pagi kemarin Piala Adipura dan sertifikat calon sekolah Adiwiyata bagi SMPN 7 Kota Madiun diarak keliling kota. Rutenya, menyusuri sejumlah jalan protokol.
Seperti Jalan Pahlawan, Trunojoyo, DI Panjaitan, Letjen Haryono dan Jalan Thamrin. Kirab ini diikuti puluhan mobil dari komunitas VW Madiun, ratusan pasukan kebersihan dari DKP dan rombongan sepeda motor pengangkut sampah.
Piala Adipura dibawa Wakil I Kakang-Mbakyu Kota Madiun 2009, Mochamad Srinota Samodra dan Sinta Novita Sari. Sedangkan yang membawa sertifikat calon sekolah Adiwiyata, pasangan Kakang Mbakyu Danur Arie Bastian dan Askabea Fadila. (jt/esi)
-sumber : lintas jatim
Walikota Madiun H. Bambang Irianto, SH. MM menyatakan, rencana itu secepatnya akan direalisasikan. Kami sudah merencanakan lapangan Demangan jadi hutan kota. Rencananya kami mau menanam pohon mahoni dan trembesi, hal itu dijelaskan oleh Walikota Madiun pada pelaksanaan kirab adipura 2010 di Balai Kota Madiun.
Dia menambahkan, setelah menyabet penghargaan Adipura kali keenam untuk kategori kota sedang, pemkot tetap berbenah. Bambang menyebutkan, sesuai rencana di hutan kota itu juga disediakan taman bermain dan fasilitas lain. Diakuinya, Kota Madiun membutuhkan lebih banyak hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Setiap ada lahan kosong, kami akan menghijaukannya.
Sejumlah inovasi digagas Pemerintah Kota Madiun untuk membidik penghargaan Adipura tahun 2011 mendatang. Satu diantaranya, mengubah wajah lapangan Demangan, Taman, menjadi hutan kota.
Walikota Madiun H. Bambang Irianto, SH. MM menyatakan, rencana itu secepatnya akan direalisasikan. Kami sudah merencanakan lapangan Demangan jadi hutan kota. Rencananya kami mau menanam pohon mahoni dan trembesi, hal itu dijelaskan oleh Walikota Madiun pada pelaksanaan kirab adipura 2010 di Balai Kota Madiun.
Dia menambahkan, setelah menyabet penghargaan Adipura kali keenam untuk kategori kota sedang, pemkot tetap berbenah. Bambang menyebutkan, sesuai rencana di hutan kota itu juga disediakan taman bermain dan fasilitas lain.
Diakuinya, Kota Madiun membutuhkan lebih banyak hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Setiap ada lahan kosong, kami akan menghijaukannya.Menciptakan kota Madiun hijau, merupakan prioritas utama. Saat ini sudah dimulai dengan melakukan penanaman bunga di setiap median jalan yang ada. agar warga yang masuk Kota Madiun seperti dari arah Solo dan Surabaya bisa merasakana kenyamanan akan representatifnya Kota Madiun.
Bagaimana soal ancaman banjir yang biasa terjadi di wilayah utara kota Bambang berjanji akan mengatasi masalah yang melanda Kelurahan Pilangbango, Kelun dan Rejomulyo secara bertahap. Jika anggaran dari pusat turun, tahun ini penanganan fisik mulai dilakukan. Yakni, melakukan pembenahan saluran air.
Total anggaran bantuan dari pusat yang diharapkan turun tahun ini sekitar Rp 34,6 miliar. Dari jumlah itu, Rp 9,6 miliar rencananya untuk penyediaan alat kesehatan di RSUD Kota Madiun. Dan, sisanya untuk penanganan banjir di tiga kelurahan yang di Kecamatan Kartoharjo tersebut. Sementara itu, pagi kemarin Piala Adipura dan sertifikat calon sekolah Adiwiyata bagi SMPN 7 Kota Madiun diarak keliling kota. Rutenya, menyusuri sejumlah jalan protokol.
Seperti Jalan Pahlawan, Trunojoyo, DI Panjaitan, Letjen Haryono dan Jalan Thamrin. Kirab ini diikuti puluhan mobil dari komunitas VW Madiun, ratusan pasukan kebersihan dari DKP dan rombongan sepeda motor pengangkut sampah.
Piala Adipura dibawa Wakil I Kakang-Mbakyu Kota Madiun 2009, Mochamad Srinota Samodra dan Sinta Novita Sari. Sedangkan yang membawa sertifikat calon sekolah Adiwiyata, pasangan Kakang Mbakyu Danur Arie Bastian dan Askabea Fadila. (jt/esi)
-sumber : lintas jatim
Saturday, June 19, 2010
Nilai Sempat Hilang, Ternyata Tidak Lulus
Nasib Siswa SMAN 6 Kota
MADIUN - Kenyataan pahit harus dialami seorang siswa SMA Negeri 6 Kota Madiun yang menjadi peserta Unas ulang. Setelah nilainya sempat hilang saat pengumuman Unas ulang, ternyata dia dinyatakan kembali tidak lulus. Pasalnya, nilai bahasa Inggris di bawah standar, 5,5. ''Kepastiannya sudah ada. Memang tidak lulus,'' terang Sukarman, kepala Dinas Dikbudpora Kota Madiun, kemarin (18/6).
Meski gagal lulus, Sukarman meminta siswa tersebut tidak putus asa. Sebab, masih ada kesempatan untuk mendapatkan ijazah SLTA. Yakni, mengulang di kelas XII atau mengikuti ujian kejar paket C. Ujian tersebut akan digelar 22 Juni mendatang di SDN Oro-Oro Ombo. ''Terserah pilih yang mana. Yang jelas, kalau ingin ikut paket C maka biayanya diitanggung sekolah. Tidak boleh dibebankan pada siswa,'' tambah mantan kepala Bappeda ini.
Dijelaskan, nasib berbeda dialami siswa SMA Bonaventura yang nilai Unas ulangnya sempat hilang. Siswa tersebut dinyatakan lulus. Menurut Sukarman, hasil itu didasarkan penelusuran Dinas Dikbudpora hingga ke Puspendik di Jakarta. ''Kabar tersebut sudah disampaikan pada sekolah dan diteruskan ke siswa,'' tuturnya.
Hasil unas ulang kedua siswa tersebut berpenguruh pada jumlah siswa SLTA yang tidak lulus tahun ini. Sukarman mengatakan, data terakhir berarti hanya ada 15 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Angka kelulusan siswa SLTA se-Kota Madiun tahun ini mencapai 99,15 persen. ''Hasilnya kelulusan tahun ini memang lebih baik. Tahun depan upayanya dipertahankan atau ditingkatkan,'' katanya.
Sementara itu, Didik Wahyu, kepala SMAN 6 Kota Madiun mengatakan, hasil Unas ulang itu sudah disampakan pada siswa dan orang tuanya. Menurutnya, orang tua siswa menerima kenyataan tersebut. ''Mereka malah meminta pihak sekolah untuk segera mendaftarkan anaknya ikut ujian kejar paket C,'' tandasnya.
Didik menuturkan, pihaknya telah mendaftarkan siswa tersebut mengikuti ujian kejar paket C. Bahkan pihak sekolah telah mendapatkan nomoer ujian paket C dan telah diserahkan. ''Tadi kami juga membayar biaya ujian sebesar Rp 50 ribu,'' terangnya. (aan/irw)
-sumber: radar madiun
MADIUN - Kenyataan pahit harus dialami seorang siswa SMA Negeri 6 Kota Madiun yang menjadi peserta Unas ulang. Setelah nilainya sempat hilang saat pengumuman Unas ulang, ternyata dia dinyatakan kembali tidak lulus. Pasalnya, nilai bahasa Inggris di bawah standar, 5,5. ''Kepastiannya sudah ada. Memang tidak lulus,'' terang Sukarman, kepala Dinas Dikbudpora Kota Madiun, kemarin (18/6).
Meski gagal lulus, Sukarman meminta siswa tersebut tidak putus asa. Sebab, masih ada kesempatan untuk mendapatkan ijazah SLTA. Yakni, mengulang di kelas XII atau mengikuti ujian kejar paket C. Ujian tersebut akan digelar 22 Juni mendatang di SDN Oro-Oro Ombo. ''Terserah pilih yang mana. Yang jelas, kalau ingin ikut paket C maka biayanya diitanggung sekolah. Tidak boleh dibebankan pada siswa,'' tambah mantan kepala Bappeda ini.
Dijelaskan, nasib berbeda dialami siswa SMA Bonaventura yang nilai Unas ulangnya sempat hilang. Siswa tersebut dinyatakan lulus. Menurut Sukarman, hasil itu didasarkan penelusuran Dinas Dikbudpora hingga ke Puspendik di Jakarta. ''Kabar tersebut sudah disampaikan pada sekolah dan diteruskan ke siswa,'' tuturnya.
Hasil unas ulang kedua siswa tersebut berpenguruh pada jumlah siswa SLTA yang tidak lulus tahun ini. Sukarman mengatakan, data terakhir berarti hanya ada 15 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Angka kelulusan siswa SLTA se-Kota Madiun tahun ini mencapai 99,15 persen. ''Hasilnya kelulusan tahun ini memang lebih baik. Tahun depan upayanya dipertahankan atau ditingkatkan,'' katanya.
Sementara itu, Didik Wahyu, kepala SMAN 6 Kota Madiun mengatakan, hasil Unas ulang itu sudah disampakan pada siswa dan orang tuanya. Menurutnya, orang tua siswa menerima kenyataan tersebut. ''Mereka malah meminta pihak sekolah untuk segera mendaftarkan anaknya ikut ujian kejar paket C,'' tandasnya.
Didik menuturkan, pihaknya telah mendaftarkan siswa tersebut mengikuti ujian kejar paket C. Bahkan pihak sekolah telah mendapatkan nomoer ujian paket C dan telah diserahkan. ''Tadi kami juga membayar biaya ujian sebesar Rp 50 ribu,'' terangnya. (aan/irw)
-sumber: radar madiun
Tuesday, June 1, 2010
Monday, May 31, 2010
Gantungan Kunci Piala Dunia
Thursday, May 27, 2010
Karesidenan
Karesidenan adalah sebuah pembagian administratif dalam sebuah provinsi di Hindia Belanda dan kemudian Indonesia hingga tahun 1950-an. Sebuah karesidenan terdiri atas beberapa afdeeling (kabupaten). Tidak di semua provinsi di Indonesia pernah ada karesidenan. Hanya di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Lombok dan Sulawesi saja. Biasanya ini daerah-daerah yang penduduknya banyak.
Kata karesidenan berasal dari Bahasa Belanda Residentie. Sebuah karesidenan dikepalai oleh residen, yang berasal dari Bahasa Belanda Resident.
Semenjak krisis pada tahun 1950-an, sudah tidak ada karesidenan lagi dan yang muncul faktor kekuasaannya adalah kabupaten. Karesidenan kemudian dikenal dengan istilah "Pembantu Gubernur" (istilah ini sekarang tidak digunakan lagi). Namun demikian, sebutan "eks-karesidenan" masih dipakai secara informal.
Sebuah sisa pemakaian karesidenan adalah tanda kendaraan bermotor (pelat nomor). Pembagiannya, terutama di pulau Jawa masih banyak berdasarkan karesidenan.
Kata karesidenan berasal dari Bahasa Belanda Residentie. Sebuah karesidenan dikepalai oleh residen, yang berasal dari Bahasa Belanda Resident.
Semenjak krisis pada tahun 1950-an, sudah tidak ada karesidenan lagi dan yang muncul faktor kekuasaannya adalah kabupaten. Karesidenan kemudian dikenal dengan istilah "Pembantu Gubernur" (istilah ini sekarang tidak digunakan lagi). Namun demikian, sebutan "eks-karesidenan" masih dipakai secara informal.
Sebuah sisa pemakaian karesidenan adalah tanda kendaraan bermotor (pelat nomor). Pembagiannya, terutama di pulau Jawa masih banyak berdasarkan karesidenan.






wirotaman store



Posted in: 









