Tempat Berbelanja Oleh-oleh Khas Karesidenan Madiun ( Ngawi - Ponorogo - Pacitan - Madiun - Magetan)
Showing posts with label kabupaten madiun. Show all posts
Showing posts with label kabupaten madiun. Show all posts

Sunday, June 27, 2010

Di Facebook itu...

Anda "PUNYA FACEBOOK?"(baca punya Account di facebook).
Ya! Tentu saja, saat ini siapa sih pengguna internet yang belum mampunyai account di facebook? (tapi ada juga kok yang tidak memilikinya). Kebanyakan dari pengguna internet saat ini saudah mempunyai account di situs jejaring sosial, facebook ini. Sampai saat ini sudah ada begitu banyak situs jejaring sosial, dulu pernah ada yang namanya Friendster, walapun tidak seperti facebook yang mempunyai begitu banyak aplikasi, pada masa kejayaannya friendster juga menjadi situs jejaring sosial yang luar biasa rameai penggunanya. Hal yang membedakanmengapa situs jjejaring sosial facebook ini begitu cepat sekali berkembang dan penggunanya dari berbagai kalangan, dari berbagai umur. Mulai mereka yang masih sekolah sampai mereka yang menganggur (pengangguran)mempunyai acount di facebook, dari rakyat jelata sampai pejabat tinggi juga tidak ketinggalan mempunyai account di facebook.
"Mengapa facebook begitu menghebohkan?"
  1. Ada begitu banyak Aplikasi yang bisa digunakan pengguna.
  2. Mudahnya menambahkan teman (tanpa harus mengetahui email mereka).
  3. Lebih mudah dalam pemakaian.
  4. dll (menurut anda sendiri)


Ada begitu banyaknya fitur di jejaring sosial ini jika mau benar-benar dimanfaatnkan maka akan sangat berguna, tergantung dari pemanfaatannya. Tentu kita masih ingat beberapa saat yang lalu terjadi tindak kejahatan berupa penculikan dan prostitusi akibat "berfacebook". Dan inilah salah satu yang menyebabkan facebook semakin dikenal, karena penasaran adalah salah satu karaktristik masyarakat kita yang berakhir pada keinginan untuk mencobanya.
Perlu diingat kembali bahwa baik buruknya suatu alat tergantung pada pemakainya. Bukankah kita tahu bahwa pena itu digunakan untuk menulis, tetapi apa tidak mungkin jika pena tersebut kita gunakan untuk membunuh

Silakan memilih...

Friday, June 25, 2010

Minta Ring Road Tetap Diperhatikan

MADIUN - Kalangan legislatif meminta pemkot tidak melupakan atau tetap memperhatikan kondisi rusaknya jalur ring road barat. Ini, seiring gencarnya langkah perbaikan ruas jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) beberapa hari terakhir. Kabarnya, pemkot mengucurkan anggaran yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. ''Ring road memang menunggu dana dari pusat. Tapi, kami minta harus diperhatikan dan tetap diperbaiki,'' kata Robby Rochmana, ketua Komisi III DPRD Kota Madiun, kemarin (23/6).

Robby menambahkan, pemkot saat ini mulai sibuk siap-siap sebagai tuan rumah MTQ 2011. Sehingga, mengharuskan melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan. Tapi, DPU juga diminta fokus menjelang perbaikan ring road barat. Sehingga, perencanaannya lebih baik. ''Kami pikir, konstruksinya nanti akan berubah semua. Baik dari sisi elevasi dan lainnya. Perencanaan harus bagus, jangan sampai seperti sebelumnya yang kurang tepat,'' papar politisi Partai Demokrat ini.

Terpisah, Kepala DPU Trubus Reksodirjo tak membantah jika yang menjadi prioritas saat ini adalah ruas jalan selain ring road. Ini, katanya, disebabkan kondisi jalan dinilai sudah tidak layak dan dibutuhkan pemeliharaan rutin. Rata-rata, ruas jalan itu diperbaiki lima tahun lalu. ''Kami juga tetap memprioritaskan ring road barat. Tapi, sementara ini kami alokasikan anggaran untuk perbaikan ruas jalan yang lain,'' papar Trubus.

Seperti, Jalan Pahlawan dan seputaran Alun-Alun Kota Madiun. Pemkot, lanjut Trubus, juga melakukan perbaikan di ruas jalan di kelurahan-kelurahan menindaklanjuti usulan warga. ''Cukup banyak aspirasi khususnya untuk perbaikan jalan kolektor, kami memperbaiki secara bertahap,'' jelasnya.

Untuk perbaikan, lanjut Trubus, total anggaran yang dikucurkan Pemkot Madiun sebesar Rp 8 miliar. Sumber pendanaan berasal dari DAK dan APBD Kota Madiun. Soal perbaikan jalur ring road barat, saat ini sudah ada lampu hijau dari pusat.
- sumber : radar madiun

MADIUN - Aksi pencurian kembali terjadi di sekolah. Kemarin (24/6), lima unit komputer di salah satu ruang multimedia SMP Negeri 1 Mejayan, Kabupaten Madiun amblas disikat maling. Kerugian material atas peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 20 juta. Diduga, pelakunya lebih dari satu dan caranya masuk melalui jendela yang dicongkel.

Raibnya komputer itu kali pertama diketahui Harminto, salah seorang penjaga sekolah. Sekitar pukul 04.30 WIB, usai menghidupkan pompa air toilet di depan ruang multimedia, Harminto heran dengan apa yang dilihat. ''Setelah itu (menyalakan pompa air) saya ngecek-ngecek ruangan. Dan, pintu sudah ruang komputer sudah terbuka,'' katanya, kemarin.

Melihat itu, Harminto pun berjalan mendekat. Lalu, diketahui sejumlah komputer di dalam ruangan itu sudah tidak ada. Tidak berselang lama, dia menyampaikan kejadian tersebut kepada kepala sekolah melalui telepon. Kemudian, laporan itu diteruskan ke polisi.

Beberapa saat kemudian, polisi dari Polsek Mejayan dan Polres Madiun mendatangi lokasi. Upaya identifikasi pun dilakukan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), disinyalir pelaku masuk melalui jendela. Itu, setelah berusaha menembus melalui pintu tengah yang dilapisi jeruji besi dan terkunci.

Pihak sekolah sengaja memasang pintu dobel. Tujuannya, sebagai antisipasi pencurian. ''Upaya pengamanan sudah kami lakukan. Tapi, ya masih kebobolan,'' ungkap Doli Sapardi, Kepala SMPN 1 Mejayan.

Peristiwa pencurian komputer di sekolah sudah dua kali terjadi sebulan ini. Rabu (16/6) lalu, SMA Negeri 1 Saradan mengalami kejadian serupa. Sebanyak sembilan unit komputer raib digondol kawanan maling.

Kapolres Madiun AKBP Umar Effendi dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto menduga, motif yang dijalankan pelaku mirip. Yakni, sama-sama merusak pagar untuk bisa masuk sasaran. ''Dalam dua kasus ini kami masih melakukan penyelidikan,'' kata AKP Edi Susanto, usai olah TKP.
- sumber : radar madiun

Air 3 Rasa di Dolopo

Sumber air tiga rasa asin, manis dan bersoda di Desa Lembah Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun menjadi perbincangan hangat di wilayah ujung barat jatim. Bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tercengang dan kaget tentang temuan rasa air tersebut.

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Madiun, Kiswanto mengatakan kandungan air 3 rasa yang ditemukan kelompok Tani Jaya Desa Lembah saat menggali sumur setelah mendapat bantuan proyek sumur P2T dari Pemkab Madiun, benar adanya.

Bahkan air dengan rasa soda itu memiliki tinggi unsur kesadahan (Unsur air seperti soda) mencapai 1408,2 miligram per liternya. Hal ini berdasarkan penelitian dari laboratorium Poltekes Surabaya Prodi Kesehatan Lingkungan di Magetan, 18 Maret 2010 dan 7 Mei 2010 lalu.

"Dibilang bersoda ya karena mengandung tingginya zat Kesadahan dalam air. Makanya orang bilang kayak air bersoda. Namun air tersebut tidak dianjurkan untuk diminum karena masih mengandung zat bakteri coliform dalam angka 2 per 100 ml air," jelas Kiswanto kepada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Raya Solo Kecamatan Jiwan, Senin (21/06/2010).

Kiswanto menambahkan air tersebut hanya cocok untuk pengairan sawah dan bukan untuk dikonsumsi meski hanya keperluan mandi. "Air itu hanya untuk pengairan sawah cocoknya. Dan tidak cocok untuk dikonsumsi ataupun mandi seperti yang terjadi sekarang ini," tambah Kiswanto.

Kiswanto menuturkan bahwa semua berita acara hasil penelitian Laboratorium
Poltekes Surabaya Prodi Kesehatan linghkungan di Magetan 18 Maret 2010 dan 7 Mei 2010 (Sebelumnya diberitakan Dinkes Pemprov Jatim) telah diberikan ke Kades Desa Lembu Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.

Tuesday, June 22, 2010

Lapangan Demangan Kota Madiun Akan dijadikan Hutan Kota

Madiun - Sejumlah inovasi digagas Pemerintah Kota Madiun untuk membidik penghargaan Adipura tahun 2011 mendatang. Satu diantaranya, mengubah wajah lapangan Demangan, Taman, menjadi hutan kota.
Walikota Madiun H. Bambang Irianto, SH. MM menyatakan, rencana itu secepatnya akan direalisasikan. Kami sudah merencanakan lapangan Demangan jadi hutan kota. Rencananya kami mau menanam pohon mahoni dan trembesi, hal itu dijelaskan oleh Walikota Madiun pada pelaksanaan kirab adipura 2010 di Balai Kota Madiun.
Dia menambahkan, setelah menyabet penghargaan Adipura kali keenam untuk kategori kota sedang, pemkot tetap berbenah. Bambang menyebutkan, sesuai rencana di hutan kota itu juga disediakan taman bermain dan fasilitas lain. Diakuinya, Kota Madiun membutuhkan lebih banyak hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Setiap ada lahan kosong, kami akan menghijaukannya.
Sejumlah inovasi digagas Pemerintah Kota Madiun untuk membidik penghargaan Adipura tahun 2011 mendatang. Satu diantaranya, mengubah wajah lapangan Demangan, Taman, menjadi hutan kota.
Walikota Madiun H. Bambang Irianto, SH. MM menyatakan, rencana itu secepatnya akan direalisasikan. Kami sudah merencanakan lapangan Demangan jadi hutan kota. Rencananya kami mau menanam pohon mahoni dan trembesi, hal itu dijelaskan oleh Walikota Madiun pada pelaksanaan kirab adipura 2010 di Balai Kota Madiun.
Dia menambahkan, setelah menyabet penghargaan Adipura kali keenam untuk kategori kota sedang, pemkot tetap berbenah. Bambang menyebutkan, sesuai rencana di hutan kota itu juga disediakan taman bermain dan fasilitas lain.
Diakuinya, Kota Madiun membutuhkan lebih banyak hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH). Setiap ada lahan kosong, kami akan menghijaukannya.Menciptakan kota Madiun hijau, merupakan prioritas utama. Saat ini sudah dimulai dengan melakukan penanaman bunga di setiap median jalan yang ada. agar warga yang masuk Kota Madiun seperti dari arah Solo dan Surabaya bisa merasakana kenyamanan akan representatifnya Kota Madiun.
Bagaimana soal ancaman banjir yang biasa terjadi di wilayah utara kota Bambang berjanji akan mengatasi masalah yang melanda Kelurahan Pilangbango, Kelun dan Rejomulyo secara bertahap. Jika anggaran dari pusat turun, tahun ini penanganan fisik mulai dilakukan. Yakni, melakukan pembenahan saluran air.
Total anggaran bantuan dari pusat yang diharapkan turun tahun ini sekitar Rp 34,6 miliar. Dari jumlah itu, Rp 9,6 miliar rencananya untuk penyediaan alat kesehatan di RSUD Kota Madiun. Dan, sisanya untuk penanganan banjir di tiga kelurahan yang di Kecamatan Kartoharjo tersebut. Sementara itu, pagi kemarin Piala Adipura dan sertifikat calon sekolah Adiwiyata bagi SMPN 7 Kota Madiun diarak keliling kota. Rutenya, menyusuri sejumlah jalan protokol.
Seperti Jalan Pahlawan, Trunojoyo, DI Panjaitan, Letjen Haryono dan Jalan Thamrin. Kirab ini diikuti puluhan mobil dari komunitas VW Madiun, ratusan pasukan kebersihan dari DKP dan rombongan sepeda motor pengangkut sampah.
Piala Adipura dibawa Wakil I Kakang-Mbakyu Kota Madiun 2009, Mochamad Srinota Samodra dan Sinta Novita Sari. Sedangkan yang membawa sertifikat calon sekolah Adiwiyata, pasangan Kakang Mbakyu Danur Arie Bastian dan Askabea Fadila. (jt/esi)
-sumber : lintas jatim

Thursday, June 17, 2010

Kaos Madiun


CODE PRODUCT WAEMD 001


CODE PRODUCT WAEMD 002


CODE PRODUCT WAEMD 003


CODE PRODUCT WAEMD 004


Spesifikasi:
  • Bahan Cotton Combed 20s
  • Jahit Rantai
  • Sablon Rubber, Sw
  • Size M-4XL (tergantung stock)
  • User female, male

Tuesday, June 8, 2010

Madiun T-Shirt

Kaos Madiun

  • Ukuran M, L, XL
  • Harga Rp.75.000,-
  • Code AE001

Tuesday, June 1, 2010

Monday, May 31, 2010

PIN Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

  • Rp.2.000,-
  • Code WAE005

Gelang Kayu

Gelang Kayu
Rp.7.500.,-
Code WAE004

Saturday, May 22, 2010

Madu Mongso

Bahan :
  • 1500ml santan dari 2 butir kelapa
  • 300gr gula merah
  • 100gr gula pasir
  • 6 lbr daun pandan, simpulkan
  • 1 kg tape ketan hitam

Cara membuat:
  1. Didihkan santan, gula merah, gula pasir, dan daun pandan, aduk rata hingga kental dan berminyak.
  2. Masukkan tape ketan, aduk rata, masak dgn api kecil hingga kering dan tidak melekat ditangan.
  3. Angkat, dinginkan.
  4. Ambil 1 ½ sdm adonan, bungkus dengan kertas minyak warna-warni. Sajikan

Thursday, May 20, 2010

Makam dan Masjid Kuno Taman

Masjid yang bangunan utamanya terbuat dari kayu jati dengan ukuran cukup besar yang ada di Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun dikenal para jemaah dan pengunjung sebagai Masjid Besar Kuno Madiun. Jarang yang mengetahui jika masjid yang dibangun oleh Kiai Ageng Misbach tahun 1754 itu semula bernama Masjid Donopuro.

Dalam sejarahnya, Masjid Donopuro didirikan di tanah perdikan dari Kerajaan Mataram yang diberikan kepada Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo I yang saat itu menjabat Bupati Wedono Timur (Monco Negari Timur) Kerajaan Mataram Bagian Timur Gunung Lawu.

Selanjutnya, tanah perdikan dengan otonomi khusus itu diserahkan kepada Kanjeng Raden Ngabehi Kiai Ageng Misbach yang saat itu menjadi penasihat Kanjeng Pengeran Ronggo Prawirodirjo I.

“Memang tak banyak yang mengetahui dulu nama asli Masjid Besar Kuno Madiun ini Masjid Donopuro. Hal itu sesuai dengan julukan pendirinya, yakni Kiai Ageng Misbcah yang memiliki sebutan Kiai Donopuro,” terang, Raden Mas Suko Pramono, keturunan ketujuh Kanjeng Pengeran Ronggo Prawirodirjo I ini kepada Surya, Kamis (3/9).

Baru setelah masjid kuno yang dikelilingi makam para mantan bupati Madiun ini masuk dalam daftar peninggalan cagar budaya tahun 1981 silam, maka namanya pun diganti menjadi Masjid Besar Kuno Madiun. Menurut Mas Suko Pramono, melalui masjid kuno yang beratap joglo dengan tiga pintu masuk utama inilah syiar agama Islam di wilayah Karesidenan Madiun terjadi.

Lelaki yang akrab dipanggil Raden Suko ini menyebutkan sejumlah tradisi ke-Islaman yang saat itu menjadi sarana syiar agama di antaranya perayaan 1 Muharam yang diwarnai dengan pembacaan Al Qur’an serta sajian makanan jenang sengkolo, nasi liwet, sayur bening, dan lauk-pauk tradisional seperti tahu dan tempe.

Dijelaskan, sayur bening yang disajikan pada malam 1 Muharam memiliki arti kebeningan jiwa. Sedangkan nasi liwet berarti kebeningan atau kejernihan jiwa itu diharapkan dapat mengental di hati.

Jenang sengkolo memiliki arti adanya harapan agar dijauhkan dari musibah. Sedangkan lauk tahu tempe mewakili makanan khas yang digemari rakyat kebanyakan.

Selain menyajikan aneka makanan tersebut bagi jemaah dan warga sekitar, masjid juga menggelar seni Gembrung, berupa senandung sholawat yang diiringi alat musik sejenis jidor dan lesung (alat untuk menumbuk padi).

“Namun sekarang seni itu sudah hampir musnah dan tak pernah diadakan lagi. Yang masih tersisa adalah Grebeg Bucengan (tumpengan) saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ungkap lelaki berusia 44 tahun ini.

Tak Direnovasi Raden Suko menjelaskan, sampai saat ini masjid kuno tersebut tidak pernah direnovasi sama sekali, kecuali hanya penambahan kanopi jika jemaah membeludak.

Dikatakan, baik bangunan dalam masjid maupun pendopo joglo masjid merupakan bangunan utama masjid kuno tersebut.

Di komplek masjid ini terdapat makam para mantan bupati Madiun, mulai dari Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo I dan penasihatnya Kiai Ageng Misbach, hingga sejumlah bupati Madiun penerusnya. Asmunadi, 47, warga Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun, mengaku tak pernah tahu kalau masjid tersebut memiliki nama asli Masjid Donopuro.

“Sudah bertahun-tahun saya menjadi jemaah di sini, saya tidak tahu kalau nama asli masjid ini Masjid Donopuro. Umumnya warga menyebut Masjid Kuno Taman atau Masjid Kuno Madiun,” kata Asmunadi sebelum mengikuti berbuka bersama di masjid tersebut.

Sekilas Tentang Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Nganjuk di timur, Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kota Madiun, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi di barat. Ibukotanya adalah Madiun, namun sebagian besar gedung-gedung pemerintahan berada di kota Caruban.

Madiun dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, dan kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah Caruban, Saradan, Dolopo, Dagangan dan Balerejo.

Bagian utara wilayah Madiun berupa perbukitan, yakni bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian tengah merupakan dataran tinggi dan bergelombang. Sedang bagian tenggara berupa pegunungan, bagian dari kompleks Gunung Wilis-Gunung Liman.

Kabupaten Madiun terdiri atas 15 kecamatan, yang terbagi dalam 206 terdiri dari 196 desa dan 8 kelurahan. Dalam percakapan sehari-hari penduduk kabupaten Madiun menggunakan Bahasa Jawa dengan Dialek Madiun atau Dialek Mataraman yang lebih condong ke logat Surakarta/Solo.

Potensi yang menonjol saat ini adalah pertanian padi, kedelai, palawija, perkebunan kakao, kopi, mangga, durian, rambutan dan produk hasil hutan dan produk olahan lainnya seperti kerajinan kayu jati dan lain sebagainya. Durian dan kakao banyak di budidayakan di Kecamatan Dagangan, dan Kecamatan Kare. Kebun Kopi dengan skala besar di budidayakan di Kandangan, Kecamatan Kare, yang merupakan peninggalan Belanda.

Gunung Liman merupakan puncak tertinggi di Pegunungan Wilis menjajikan sensasi pendakian yang luar biasa. Banyak sekali ditemukan flora fauna dan juga arca sepanjang jalur pendakian dari Pulosari, Kecamatan Kare. Sayang jalur tersebut jarang sekali dilalui pendaki. Karena Aksesnya yang susah. Jika jalur Kecamatan Kare- Telaga Ngebel sudah dilakukan pengaspalan akan bisa menyaingi pesona gunung-gunung lain di Jawa. Karena di lerengnya menyimpan potensi wisata yang luar biasa. seperti Air Terjun Slampir, Monumen Kresek, Monumen Jendral Sudirman, Air Terjun Selorejo, Kebun Kopi Kandangan, Wana Wisata Grape dan lain-lain.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes