Tempat Berbelanja Oleh-oleh Khas Karesidenan Madiun ( Ngawi - Ponorogo - Pacitan - Madiun - Magetan)
Showing posts with label kota ngawi. Show all posts
Showing posts with label kota ngawi. Show all posts

Tuesday, July 13, 2010

Waduk Pondok Ngawi

Wisata Bendungan Pondok sangat potensial. Dengan hamparan air yang luas yang dikeliling pohon-pohon yang rindang merupakan tempat rekreasi yang menarik. Tentunya pihak terkait melakukan penghijauan di sepanjang lahan yang bisa ditanami selain sebagai penguat tepian waduk, juga mampu menciptakan udara yang sejuk dan teduh. Setiap individu pohon akan memberikan kontribusi berupa oksigen


yang sangat penting bagi kehidupan. Hamparan rumput di lahan datar di sisi kiri kanan yang dipenuhi pohon-pohon peneduh akan mengundang setiap orang yang memandang. Disitu para pengunjung dapat melakukan aktivitas rekreasi bersama keluarga.

Meskipun hanya duduk dan istirahat, mereka sudah merasakan tenang dan rileks yang tidak ditemukan di obyek lain. Usahakan menciptakan image yang khas, lain dari biasanya. Betulbetul menghadirkan Hutan di tepian waduk sehingga mengundang burung-burung datang. Simbiosis Mutualisma antara tanaman dan burung membentuk ekosistem yang baik. Burung dan serangga yang hidup mengiringi hijaunya kawasan berguna dalam proses penyerbukan tanaman itu sendiri. Daun-daun yang kering merupakan sumber pendapatan bila diolah menjadi pupuk organik. Ekonomi masyarakat sekitar akan bergerak dengan kreatifitas para perajin souvenir. Begitupula seterusnya.

Sarana pendukung seperti kamar mandi dan WC harus selalu bersih, Para pedagang ditata agar tertib tetapi tetap menarik. Pelayanan dan keramahan selalu dikedepankan karena kesan pertama bagi pengunjung adalah masa depan obyek wisata itu sendiri. Kebersihan dan Penghijauan adalah hal dasar yang harus diutamakan karena ini termasuk dalam Wisata Alam. Kuncinya adalah bagaimana kita dapat mengelola Sumber Daya Alam yaitu Air. Karena air adalah sumber kehidupan, yang dapat memuaskan dari dahaga. Dahaga akan kesejahteraan masyarakat.

Bendungan Pondok terletak di Desa Gondang Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur. Pelaksanaan kontruksi dimulai pada tahun 1993 samapai 1995
Pembangunan infrastruksur ini menghabiskan biaya mencapai Rp. 30 milyar. Pengelolaannya sekarang dilakukan oleh: Pengelola Wilayah Sungai Bengawan Solo. Bendungan ini difungsikan sebagai pemasok kebutuhan air irigasi sampai seluas 3.500 ha. Bendungan Pondok mempunyai luas daerah aliran sungai sekitar 32,90 km2. Curahan hujan tahunan : 2000 mm

Volume waduk pada :
Muka Air (MA) banjir : 38,1 juta m3, Muka Air (MA) normal : 30,9 juta m3
Volume Mati : 2,9 juta m3, Vol. Efektif : 28 juta m3

Tipe Bendungan ini, berdasarkan materi dan struktur bangunan diklasifikasikan sebagai urugan batu dengan inti tanah dengan panjang puncak mencapai 298 m dan tinggi di atas dasar sungai : 30,67 m. Lebar puncak : 8 m, Tinggi di atas galian terdalam : 32 m, Elevasi puncak : EI + 110 m, Volume tubuh bendungan : 300.000 m3.

Bangunan pengeluaran untuk irigasi :

Tipe : terowongan
Panjang : 199,76 m
Bentuk : lingkaran
Tipe alat operasi : katup kupu
Garis tengah : 3,10 m
Kapasitas : 4,50 m3/detik

Friday, June 25, 2010

Pasca Sterilisasi Alun-Alun Merdeka

NGAWI - Sterilisasi kawasan Alun-Alun Merdeka pedagang kaki lima (PKL) mulai dikeluhkan. Puluhan pedagang yang tergabung dalam paguyuban PKL alun-alun merasa terbebani dengan aturan yang hanya memperbolehkan berjualan sore dan malam hari. ''Jelas secara tidak langsung pendapatan kami menurun. Sebab, biasanya pengunjung ramai pada siang hari,'' terang ketua paguyuban alun-alun Siswanto, kemarin (23/6).

Pasca penerapan larangan berjualan di pagi dan siang hari itu, kata dia, para pedagang terus mengeluh terbelit kebutuhan ekonomi. Itu tak lepas dari penghasilan yang anjlok. Mengingat, mereka hanya boleh berjualan pada pukul 16.00 hingga tengah malam. ''Kesusahan kami, PKL semua menjajakan makanan dan minuman. Jadi seandainya tidak laku, jelas kami yang menanggung rugi,'' ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap pemkab menerapkan aturan yang fleksibel. Dengan cara, memperbolehkan PKL kembali menempati lapak-lapak untuk menjajakan barang dagangan. Timbal-baliknya, pedagang menjaga kebersihan areal alun-alun. Mereka juga akan teratur menata gerobak yang dipergunakan untuk berdagang. ''Kami menawarkan itu (kebersihan dan penataan yang teratur, Red), semoga saja pemkab merespons dengan baik,'' jelasnya.

Kesemrawutan PKL alun-alun selama ini, lanjut dia, lebih disebabkan minimnya koordinasi antar pedagang. Akibatnya, mereka saling mengklaim areal-areal yang dianggap sudah menjadi hak miliknya. ''Makanya, kami mengaktifkan kembali paguyuban PKL sebagai wadah untuk menyampaikan uneg-uneg,'' tuturnya.

Sementara, Kasi Ops Sat Pol PP Peggy Yudo mengatakan bahwa tindakan tegas yang dilakukan pihaknya lebih didasari demi ketertiban umum. Sekaligus, untuk menekan jumlah PKL yang kian menjamur. Terbukti, tak hanya jalur tengah, jalan-jalan protokol yang mengelilingi pusat keramaian itu juga tak luput luberan PKL. ''Bila mereka (PKL, Red) tertib, tentu kami tidak bertindak tegas,'' katanya.
- sumber : radar madiun

Proyek GOR Masih Terkatung

NGAWI - Warga Ngawi tampaknya masih harus bersabar untuk bisa memiliki gedung olah raga (GOR) berstandar nasional. Itu lantaran rencana pembangunan mega proyek tersebut belum mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Namun, alasan pemerintah pusat belum memberikan persetujuan masing simpang siur. Kabarnya, lantaran pemkab tak mempunyai bujet pendamping sebagai persyaratan mutlak pengucuran anggaran yang bersumber dari APBN.

''Belum ada kepastian apa alasan penolakan proposal yang diajukan eksekutif mengenai pembangunan GOR itu,'' terang Budi Purwanto, ketua Komisi D DPRD Ngawi, kepada koran ini kemarin (23/6).

Kalangan dewan sendiri, kata dia, sudah menanyakan perihal ketidak jelasan rencana pembangunan GOR itu ke satuan kerja (satker) terkait. Dalam konteks ini, Dinas Budaya Pemuda dan Olah Raga (Disbudpora) setempat.

Namun, alasan yang dilontarkan sama. Tidak mengetahui sama sekali penolakan proposal proyek untuk sarana olah raga tersebut. ''Eksekutif saja (Disbudpora, Red) yang mempunyai rencana saja tidak mengetahui alasannya, apalagi kami yang hanya bertindak sebagai kontrol,'' tegasnya.

Budi menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan GOR cukup besar. Yakni, mencapai Rp 23 miliar. Angka itu akan dipatok dari anggaran pemerintah pusat (APBN). Daerah hanya dibebani dana pendamping senilai 10 persen dari total anggaran yang dibutuhkan. ''Bila anggarannya Rp 23 miliar, ya dana pendamping yang dibutuhkan sekitar Rp 2,3 miliar,'' ungkapnya.

Budi sendiri enggan komentar banyak perihal indikasi dana pendamping minim, yang dituding menjadi permasalahan ketidak jelasannya pembangunan GOR tersebut. Legislator PPP itu hanya menegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dewan sebatas pengawasan dan kontrol. ''Kalau perihal itu (dana pendamping minim, Red) bukan urusan kami,'' kilahnya.

Sementara, Bupati Harsono saat dikonfirmasi memberi tanggapan lain terkait terkatung-katungnya rencana pembangunan GOR. Dikatakan, sejauh ini, pihaknya sudah berusaha maksimal untuk segera merealisasikan gelanggang olah raga tersebut.

Hanya saja, kata Harsono, persetujuan akhir berada di tangan pemerintah pusat. Dalam hal ini, menunggu rekomendasi dari Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) dan Menteri Keuangan (Menkeu). ''Tidak bisa dikatakan gagal atau batal, memang prosesnya cukup rumit dan berbelit,'' katanya.

Lanjut Harsono, pembangunan GOR dimungkinkan dimulai pada 2012. Lokasinya, eks terminal lama di Jalan Rajiman, yang selama ini untuk rest area (tempat peristirahatan) para sopir cargo. ''Belum lagi perencanaan pembangunan. Yang jelas, GOR tidak diperbolehkan menghadap ke utara. Sebab bersinggungan langsung dengan jalur ring road,'' tuturnya.
- sumber : radar madiun

Wednesday, June 23, 2010

Ibu Jadi Tersangka

Bayi Telantar di Keniten Diduga Hendak Dibuang
NGAWI - Polisi bergerak cepat mengungkap motif kasus penelantaran bayi di rumah kosong di Desa Keniten Geneng. Hasil investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas, NL (19), ibu kandung di bayi, sengaja menelantarkan buah hatinya. Hal itu dilakukan untuk menutupi aib keluarga atas kelahiran bayi perempuan yang kini masih menjalani perawatan di RSUD Soeroto ini.

NL diduga nekat melakukan itu karena bayi yang dilahirkan hasil hubungan gelap dengan pacar. ''Setelah dilakukan pemeriksaan oleh PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak, Red), NL kami tetapkan sebagai tersangka,'' terang Kasat Reskrim AKP Sujarwanto mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin.

Bukti penelantaran itu, lanjut Sujarwanto, juga berdasar pada barang bukti yang ditemukan di TKP. Yakni, kardus bekas softdrink yang digunakan untuk menaruh sang jabang bayi. Disinyalir, bayi yang berbobot 3,1 kilogram itu hendak dibuang oleh NL. ''Yang pasti, motif utamanya takut sama orang tua dan masyarakat. Sebab melahirkan di luar nikah,'' ungkapnya.

Atas tindakannya, NL akan dijerat dengan pasal 77 UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. Ancaman hukuman yang dikenakan mencapai lima tahun penjara. NL sendiri masih menjalani perawatan medis pasca melahirkan. ''Proses hukum menunggu pemulihan kesehatan NL,'' tuturnya.

Sementara itu, bayi yang ditelantarkan NL mengundang simpati berbagai kalangan. Bahkan, tak sedikit yang menawarkan diri untuk mengadopsi bayi yang masih di ruang isolasi RSUD Soeroto ini. ''Memang ada yang mengubungi kepolisian ingin mengadopsinya. Hanya saja, sejauh ini kami masih fokus pada pemeriksaan terlebih dahulu,'' ungkap Sujarwanto.

Kondisi kesehatan si jabang bayi sendiri, kata dokter spesialis anak RSUD Siswanto Basuki, mulai membaik. Bayi perempuan dengan panjang 50 sentimeter itu sempat mengalami infeksi saluran pernafasan. Hal itu dampak proses kelahiran yang tanpa bantuan medis. ''Sudah membaik, dua-tiga hari ke depan kemungkinan besar sudah seperti bayi normal lainnya,'' ujarnya kepada wartawan. (dip/isd)
-
sumber : radar madiun

Friday, June 18, 2010

Tolak Pornograi, Pelajar Gelar Aksi

NGAWI - Aksi anti pornografi, menyusul beredarnya video mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, merembet ke Ngawi. Kemarin (17/6), ratusan siswa SMK PGRI 2 Geneng menggelar konvoi menolak pornografi.

Aksi itu dimulai dari halaman sekolah sekitar pukul 09.00. Mengenakan topeng kertas, siswa melakukan long march sejauh 500 meter di jalan raya Ngawi-Maospati menuju sub terminal Geneng.

Mereka tak lupa membawa berbagai poster berisi penolakan pornografi. Di antaranya berbunyi Porno Aksi No, Video Porno Tidak !!, Musnahkan Video Mesum dari Pelajar dan Kutuk Pemeran Video Hot.

Menariknya, saat konvoi, mereka sempat menyanyikan lagu Topeng-nya Peterpan.

''Tapi buka dulu topengmu buka dulu topengmu. Biar kulihat warnamu, kan kulihat warnamu.'' Nyanyian itu sekaligus sindiran terhadap Ariel, vokalis band yang fenomenal tersebut.

Dalam aksi menolak pornografi kemarin, massa juga menggelar teatrikal. Pemerannya, empat pelajar hanya mengenakan celana pendek. Di lehernya dikalungkan poster dari kardus bekas .

Mereka berjalan merangkak dan sesekali menjulurkan lidah menyerupai anjing. ''Pelaku video mesum yang beredar selama ini, tak ubahnya anjing. Seperti binatang yang tidak mempunyai rasa malu,'' terang Agus Supriyanto, salah seorang siswa yang turut dalam konvoi tersebut.

Menurut dia, peredaran video panas yang diperankan orang mirip Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari sangat meresahkan kalangan pelajar. Hampir setiap hari handphone (HP) mereka dilakukan razia. Itu karena banyaknya tudingan video hot itu sudah merambah di pelajar. ''Kami sebagai siswa turut terganggu dengan video mesum itu. Untuk itu, kami bertekad bulat menolak segala bentuk pornografi,'' tegasnya.

Tunggul Gunaryo, salah satu guru menambahkan, keresahan siswa sangatlah beralasan. Tak hanya pihak sekolah, aparat keamanan dan wakil rakyat pun rame-rame mendatangi sekolah untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).

''Bayangkan saja, hampir setiap hari ada operasi HP milik siswa. Kan itu dapat menggangu PBM (proses belajar mengajar, Red). Aksi ini sekaligus sebagai penolakan segala tindakan pornografi dan pornoaksi di lingkup sekolah,'' tuturnya. (dip/isd)
-sumber: radar madiun

Thursday, June 17, 2010

Desain Kaosn Ngawi


CODE PRODUCT WAENG 001


CODE PRODUCT WAENG 002


CODE PRODUCT WAENG 003

Spesifikasi:
  • Bahan Cotton Combed 20s.
  • Jahit Rantai.
  • Sablon Rubber, SW
  • Size M-4XL (tergantung stock)
  • User female and male

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes